Wajo, 23 Juni 2026 – Pemerintah Desa Marannu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, menggelar kegiatan Rembug Stunting dengan tema “Pemanfaatan Pangan Lokal dan Penguatan Konvergensi Desa untuk Zero Stunting 2027” di Aula Desa Marannu, Senin (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan potensi pangan lokal dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Desa Marannu, Ansyar, S.IP, dan dihadiri oleh Camat Pitumpanua yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Pitumpanua, Pendamping Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), perangkat Desa Marannu, serta tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Ansyar, S.IP menyampaikan bahwa stunting merupakan persoalan yang harus ditangani secara bersama-sama melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Desa Marannu memiliki berbagai potensi pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak. “Pemanfaatan pangan lokal harus menjadi bagian dari gerakan bersama masyarakat. Selain mudah diperoleh, pangan lokal juga memiliki nilai gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Pitumpanua yang mewakili Camat Pitumpanua mengapresiasi pelaksanaan rembug stunting tersebut sebagai langkah nyata dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat agar target Zero Stunting 2027 dapat tercapai.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas berbagai strategi pencegahan stunting, mulai dari peningkatan edukasi gizi keluarga, optimalisasi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, hingga pengembangan program ketahanan pangan berbasis potensi lokal desa. Selain itu, dibahas pula pentingnya penguatan konvergensi desa melalui perencanaan dan penganggaran yang mendukung program pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Pendamping Desa dan Kader KPM juga menyampaikan sejumlah masukan terkait upaya pendampingan keluarga berisiko stunting serta perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola asuh dan pola konsumsi yang sehat.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung program pencegahan stunting. Pemerintah Desa Marannu berharap hasil rembuk stunting ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan yang lebih terarah guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Desa Marannu optimistis dapat mencapai target Zero Stunting 2027 melalui pemanfaatan pangan lokal dan penguatan konvergensi program pembangunan desa.